Minggu, 17 Oktober 2010

PKLH - PENDAHULUAN

Pengantar

PKLH adalah suatu program kependudukan untuk membina anak didik supaya memiliki pengetahuan, kesadaran, sikap, dan perilaku yang rasional serta bertanggung jawab tentang pengaruh timbal balik antara penduduk dengan lingkungan hidup dalam berbagai aspek kehidupan manusia.
PKLH juga merupakan suatu program yang dapat mengubah pandangan dan perilaku sesorang terhadap lingkungan. Orang yang tadinya masa bodoh dengan lingkungan, diharapkan dapat menjadi orang yang peduli dengan lingkungan. Orang yang tadinya hanya pemerhati lingkungan diharapkan dapat menjadi pelaku aktif dalam upaya pelestarian lingkungan. Kita dapat melihat dan dan menyaksikan sendiri betapa alam ini semakin tua dan sudah amat rusak, kemerosotan kualitas lingkungan kehidupan di bumi berlangsung terus sampai hari ini, eksploitasi sumber daya dilakukan secara semena-mena tanpa etika lingkungan. Oleh karena itu kepedulian masyarakat terhadap lingkungan harus semakin ditingkatkan, karena kepedulian masyarakat sangat berperan penting dalam pelestarian lingkungan.
Sekarang ini kepedulian terhadap lingkungan hidup semakin tinggi, tercermin dari diadakannya
• Konferensi lingkungan hidup sedunia (5 juni 1972) di Stocklolm Swedia (dikenal sebagai hari Lingkungan Hidup)
• Konferensi pembangunan dan linhkungan dilanjutkan dengan KTT Bumi di Brazil (1992). Memutuskan: Pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan (PBBL). Pembangunan berwawasan lingkungan adalah upaya sadar dan berencana menggunakan dan mengelola sumber daya secara bijaksana dalam pembangunan yang terencana dan berkesinambungan untuk meningkatkan mutu hidup.
Guna mendukung pelaksanaan PBBL di Indonesia, maka munculah PKLH, yang bertujuan:
• Mampu menjadi ajang pendidikan dalam upaya menuju kehidupan berkelanjutan di Bumi.
• Mampu menjadi warga pengamal dan pengembang IPTEK yang ramah lingkungan dan hemat SDA.
• Mampu menerima dan menjalankan etika dalam moralitas insane pembangunan berkelanjutan.

Masalah Lingkungan Hidup dan Masalah Kependudukan

Di Indonesia ada dua hal yang harus ditangani serius, yaitu:
1. Masalah Lingkungan Hidup.
Masalah lingkungan hidup muncul karena manusia seringkali mengabaikan kebaradaan lingkungan. Dengan kemajuan tekhnologi yang semakin pesat, mereka menganggap tekhnologi adalah segala-sagalanya. Mereka tidak memikirkan dampak negatif dari perkembangan tekhnologi tersebut. Contohnya, mereka membangun pabrik dimana-mana, tetapi mereka tidak memikirkan dampak negatif yang ditimbulkan oleh pabrik tersebut terhadap lingkungan. Misalnya polusi yang ditimbulkan dapat mencemari air, udara serta tanah sekalipun. Juga sangat merusak lingkungan bahkan alam ini, sehingga terjadi Efek Rumah Kaca ataupun Global Warming. Keadaan seperti ini sangat merugikan makhluk yang ada di bumi, bukan hanya manusia tetapi hewan dan tumbuhanpun sangat dirugikan.
Kita harus sadar bahwa lingkungan ini bisa menjadi sahabat kita ataupun menjadi musuh kita. Lingkungan akan menjadi sahabat kita apabila kita menjaga dan merawatnya. Lingkungan juga bisa menjadi musuh apabila kita tidak menjaga dan melestarikannya. Kita tidak boleh mengambil manfaatnya saja, tetapi sebagai manusia yang bijaksana kita harus menjaga dan melestarikannya.
Sekarang yang harus kita pikirkan adalah solusi untuk menyelesaikan masalah tersebut. Bukan mencari siapa yang salah. Solusinya dapat dimulai dari diri kita sendiri, dengan cara tidak menggunakan barang yang menggunakan aerosol maupun cfc, tidak membakar bahan yang menghasilkan SO4, dan lain-lain.

2. Masalah Kependudukan
Masalah kependudukan dapat diartikan sebagai kesulitan yang terjadi dalam masyarakat yang perlu diatasi dan diselesaikan dengan solusi-solusi tertentu.
Masalah – masalah kependudukan yang terjadi di Indonesia antara lain jumlah penduduk yang begitu besar, pertumbuhan penduduk yang tinggi, penyebaran penduduk yang tidak merata, urbanisasi, komposisi penduduk yang tidak menguntungkan, dan kualitas SDM yang rendah.

1. Jumlah penduduk yang begitu besar
Jumlah penduduk Indonesia sangat banyak, disebabkan pengelolaannya tidak benar. Pemerintah sudah mengupayakan agar jumlah penduduk tidak meningkat pesat dengan diadakannya program KB, tetapi masyarakat Indonesia banyak yang tidak mengunakan program tersebut. Sekarang Indonesia menempati peringkat ke-empat dunia dalam jumlah penduduk.
2. Pertumbuhan penduduk yang tinggi
Jumlah penduduk Indonesia sudah sangat banyak. Jumlah ini akan terus bertambah karena pertumbuhan jumlah penduduk juga tinggi. Hal ini disebabkan oleh angka kelahiran lebih tinggi dibandingkan dengan angka kematian. Pemecahan masalah ini adalah dengan menggalakkan program Keluarga Berencana (KB), tetapi program ini belum begitu berhasil, karena kurang kesadaran dari pihak masyarakat itu sendiri.
3. Penyebaran penduduk yang tidak merata
Wilayah negara kita sangat luas. Penduduk yang tinggal di wilayah negara kita tidak merata. Ada daerah yang sangat padat, namun ada juga daerah yang sangat jarang penduduknya. Pemecahan masalah persebaran penduduk ini adalah dengan melakukan transmigrasi penduduk dari tempat yang padat ke tempat yang tidak padat penduduknya, sehingga persebaran penduduk yang tidak merata bisa diatasi.
4. Urbanisasi
5. Komposisi penduduk yang tidak menguntungkan
Komposisi penduduk merupakan sebuah mata statistik dari statistik kependudukan yang membagi dan membahas masalah kependudukan dari segi umur dan jenis kelamin. Di Indonesia jenis kelamin wanita lebih banyak daripada laki-laki.
6. Kualitas SDM rendah
Indonesia memiliki tingkat pendidikan yang rendah. Ini mempengaruhi kualitas atau mutu penduduk kurang memiliki keahlian dan keterampilan dalam bekerja. Akibatnya, masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan pekerjaan yang bagus. Pemecahan masalah kualitas penduduk ini adalah dengan memberikan penyuluhan dan pengarahan akan pentingnya pendidikan dalam sekolah, menambah sekolah atau tempat menimba pengetahuan baik dari segi kuantitas dan kualitas.

Pembangunan

Pembangunan adalah proses pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya manusia dengan pemanfaatan tekhnologi.
Pembangunan berkelanjutan adalah proses pembangunan (lahan, kota, bisnis, masyarakat, dsb) yang berprinsip "memenuhi kebutuhan sekarang tanpa mengorbankan pemenuhan kebutuhan generasi masa depan" (menurut Brundtland Report dari PBB, 1987). Salah satu faktor yang harus dihadapi untuk mencapai pembangunan berkelanjutan adalah bagaimana memperbaiki kehancuran lingkungan tanpa mengorbankan kebutuhan pembangunan ekonomi dan keadilan sosial.
Indikator pembangunan
• Mortalitas bayi yang terus menurun
• Umur harapan hidup meningkat
• Kemampuan baca tulis meningkat
• Anak sekolah semakin banyak
• Produksi pangan meningkat cepat daripada pertumbuhan penduduk.

Peran Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup
Peran Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup sangat penting, diantaranya:
• Berusaha mengubah tingkah laku peserta didik dalam berpikir dan bersikap.
• PKLH diarahkan untuk meningkatkan kemampuan menusia dalam mengatasi masalah yang berkaitan dengan lingkungan dan kepadatan penduduk.
• PKLH harus diberikan pada semua jenis dan jenjang pendidikan, baik formal maupun nonformal.